-++++++-

Rabu, 02 Mei 2012

Asyik.. Listrik di Gili Genting Kini 24 Jam



Warga pulau Gili Genting, Kabupaten Sumenep bisa bernapas lega. Nyala listrik di pulau tersebut yang biasanya hanya 10 jam, sekarang menjadi 24 jam.

Manager PT PLN Area Madura, Bintoro Suryo Sudibyo, Rabu (02/05/12) menjelaskan, Kecamatan Gili Genting menjadi wilayah kepulauan kedua setelah Sapeken yang listriknya menyala 24 jam. "Di dua pulau ini, nyala listrik 24 jam menggunakan listrik prabayar," katanya.

Bahkan untuk pulau Sapeken yang lebih dulu menikmati nyala listrik 24 jam, ujar Bintoro, PLN mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), karena Sapeken merupakan kepulauan terpencil pertama yang menggunakan listrik prabayar 24 jam di sektor rumah tangga, bisnis, dan industri kecil. "Mudah-mudahan di Pulau Gili Genting, nyala listrik 24 jam juga berhasil seperti di Pulau Sapeken," harapnya.

Bintoro mengungkapkan, setelah nyala listrik di Pulau Gili Genting, khususnya di 4 Desa yakni Desa Aeng Anyar, Galis, Baringsang, dan Geddukan, resmi menjadi 24 jam, maka tidak ada lagi perbedaan dengan wilayah daratan lainnya. "Kami meminta kerja sama masyarakat Gili Genting, agar tidak menyalahgunakan nyala listrik 24 jam, dengan cara mencantol," paparnya.

Sementara Bupati Sumenep A. Busyro Karim meminta agar nyala listrik 24 jam tersebut berdampak positif terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Perekonomian masyarakat setempat. Ia meminta agar pelayanan publik mulai tingkat Desa hingga Kecamatan, kualitasnya bisa ditingkatkan.

"Jadi sekarang sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak masuk kantor. Kalau dulu kepala desanya suka berada di daratan dengan alasan untuk mengurus administrasi desa yang harus diselesaikan, sekarang jangan ada lagi alasan seperti itu listrik sudah nyala 24 jam," katanya.

Selain itu, imbuh Busyro, lembaga-lembaga pendidikan yang dulu mengaku kesulitan untuk mengembangkan ketrampilan anak didiknya karena alasan listrik, sekarang bukan saatnya lagi untuk mencari-cari alasan. "Sekarang listrik sudah 24 jam. Kualitas pendidikan di Gili Genting mudah-mudahan bisa meningkat," harapnya.

Meskipun demikian, Busyro mengingatkan agar masyarakat juga mewaspadai dampak negatif yang muncul seiring pelayanan listrik 24 jam. Ia mendengar tidak semua masyarakat antusias dengan layanan listrik 24 jam ini. "Mungkin para orang tua, para guru, takut anak-anaknya yang biasanya pagi sampai siang hari pergi ke sekolah, tapi dengan adanya listrik 24 jam ini, khawatirkan bolos ke sekolah karena lebih senang nonton televisi atau main games. Itu yang harus diwaspadai," ingatnya.
Sumber
READ MORE - Asyik.. Listrik di Gili Genting Kini 24 Jam

Sabtu, 23 Juli 2011

Memperingati Hari Anak Nasional


Ribuan anak ramai-ramai datang ke Monas,
Jakarta Pusat, pagi itu. Dengan
wajah ceria, mereka sibuk
menanam bibit-bibit tanaman obat herbal yang jumlahnya sekitar 5.000 bibit ke dalam pot tanah liat.
Minggu (17/7/2011) sejak pukul 07.00 WIB, anak-anak sudah mulai
berdatangan ke Monas. Anak-anak dari TK hingga SMA itu ada yang datang dengan mengenakan
seragam sekolah, dan ada pula
yang mengenakan seragam kaos
putih.
Apa saja tanaman obat herbal
yang ditanam? Bermacam-macam,
seperti kunyit, lengkuas,
temulawak dan rosela. Kegiatan ini pun mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Piagam penghargaan diserahkan
oleh pihak MURI di sela-sela acara.
"Aksi menanam tanaman ini
supaya anak-anak Indonesia
belajar mencintai tanaman yang
nantinya tanaman ini dibawa
pulang dan dipelihara," kata
Menkes Endang Rahayu
Sedyaningsih yang hadir dalam
acara itu.
Meski cuaca cukup terik, anak-
anak terlihat sangat bersemangat
mengikuti kegiatan itu. Mereka
menanam bibit-bibit tanaman obat
herbal itu sambil tertawa-tawa
ceria.
READ MORE - Memperingati Hari Anak Nasional

Senin, 07 Februari 2011

Bukit Longsor, Puluhan Warga Nyaris Jadi Korban


Sumenep-Bukit yang longsor ini terjadi diantara Kampung kentong dan kampung jerut porot desa Cabbiye kecamatan Talango. Bahkan jalur utama yang menyambungkan 3 kampung putus. Kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas. Bukit tersebut amblas hingga kedalaman 1 Meter lebih.Akibat bukit yang longsong ini juga, 3 kampung, yaitu kampung Cabbiye Pesisir, Banban dan kampung Keddungan terisolir. Aktifitas warga juga terganggu.

Sementara Sugiono, warga desa setempat mengatakan, amblasnya bukit tersebut diduga tindakan penambangan batu dan pasir liar oleh masyarakat setempat.Sementara kepala desa setempat saat dikonfirmasi tidak ada ditempat. Bahkan saat dihubungi ke nomor telphon selulernya tidak nyambung.Selain itu camat Talango saat ditelpon mengaku baru tahu ada bukit longsong di daerahnya saat sejumlah wartawan menghubunginya.

sumber
READ MORE - Bukit Longsor, Puluhan Warga Nyaris Jadi Korban

Jumat, 31 Desember 2010

SUASANA MALAM TAHUN BARU DI LAPANGAN MONAS


Suasana malam tahun baru 2011 di monas kali ini pesta kembang apinya tidak semeriah tahun baru 2010 kalah ramenya sama di daerah kelurahan lagoa koja...hehehe:-)
READ MORE - SUASANA MALAM TAHUN BARU DI LAPANGAN MONAS

Selasa, 30 November 2010

Satpol PP Amankan 1 Penambang Liar


Sumenep-Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Sayangnya, petugas kemudian melepaskannya dengan alasan tersangka sudah mendapat ijin dari kepala desa setempat.Sementara itu Kurdi HA, salah satu anggota komisi C DPRD Sumenep, mengaku menyesal dengan pelepasan tersebut, sebab menurutnya, berapapun pasir yang diambil tersangka, tetap dianggap sebagai penambangan liar. Sebab tersangka tidak memiliki izin dari instansi berwenang sesuai prosedur.

sumber
READ MORE - Satpol PP Amankan 1 Penambang Liar